Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan titik ketiga pembangunan serupa yang dilakukan di wilayah teritorialnya. Sebelumnya, proyek serupa telah direalisasikan di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, serta Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya.
Menurut Abdul Hadi, pembangunan jembatan menjadi bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di wilayah pedesaan yang terdampak bencana.
Ia menegaskan, kehadiran akses transportasi yang layak diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Pembangunan Jembatan, Kapten Czi Abdul Haris, menjelaskan jembatan yang dibangun memiliki panjang 13 meter dan lebar 4 meter.
Menurut dia, konstruksi jembatan juga dilengkapi tiga lubang olo yang berfungsi sebagai struktur utama penyangga beban.
“Pengerjaan proyek ini mengedepankan sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, pembangunan diharapkan dapat rampung lebih cepat agar manfaatnya segera dirasakan warga,” kata Abdul Haris.
Warga Gampong Buloh Reubee, Usman, menyambut positif pembangunan tersebut. Ia menilai jembatan itu menjadi jawaban atas kesulitan masyarakat yang selama ini kerap terisolasi saat debit air sungai meningkat.




