Apakah begitu?, tidak-tidak. Jurnalis kumpulan orang-orang bijaksana bukan kere ilmu. Pemilik hak suara tahu siapa yang harus menjadi punggawa PWI Aceh kedepan.
Leader Azhari sudah dibuktikan, ketika dia didapuk menjadi Senior local Gov initiative program at MERCY CORP (20072009), lalu USAID (2014-2016); Humas PT. Artefak Arkindo ” Proyek Renovasi dan Perluasan Mesjid Raya Baiturahman (2015-2017); Humas MK PT. Daya Cipta Dianrancana “Proyek Oncology RSUDZA” (2019-2021); dan saat ini sebagai Anggota Majelis Adat Aceh “MAA” (2021-2026).
Beberapa jabatan sebagai seorang yang profesional sudah dibuktikannya, kualitas manajerial Azhari tak diragukan lagi. Rasanya pantas dirinya ikut sebagai bursa calon ketua PWI Aceh.
Karier sebagai seorang jurnalis profesional yang masuk dalam senioritas juga bukan kaleng-kaleng, dibuktikannya, mana kala awal karirnya bekerja sebagai wartawa di Harian Peristiwa (1992-1993); Harian Mimbar Umum (1994-1997); Harian Medan Bisnis (1998-2004); Pemimpin Redaksi Tabloid Haba Gampong (2005-2008); Harian Andalas (2009-2012); Pemimpin Redaksi Berita Merdeka (2013-2015); Pemimpin Redaksi Kantor Berita Aceh ”www.kba.one (sampai sekarang).
Ayi begitu sapaan akrab Azhari Bahrul biasa disapa teman-teman. Wajar jika kita acungkan jempol, sebab dia tidak hanya mengajak wartawan menjadi yang profesional, tetapi justru wartawan harus mampu menjadi playmaker dimasyarakat mengenal dan memahami pentingnya wartawan sebagai jendela dunia bagi masyarakat memasuki era globaliasi 5.0.




