Sungguh naif menafikan fatamorgana sebagai lukisan nyata, sesungguhnya abstraktif pada kilauan jalan saat sorot sangar sang surya menjilatnya.
Seorang Azhari Bahrul tidak menggambarkan dari seluruh esensi diatas, pria ganteng putih dan bersaja tersebut adalah kelahiran Kabupaten Pidie, 57 tahun silam itu punya pandangan politik santun meraih apa yang menjadi harapannya.
Suami dari Wahyuni yang dikaruniai dua anak itu melenggang santai, saat dirinya menyatakan siap ikut mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua PWI Aceh periode 2021 – 2026.
Azhari merasa ada yang kurang dan harus dibenahi di PWI Aceh. Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya anggota PWI di seluruh kabupaten atau kota.
Tujuannya menjadikan wartawan sebagai jurnalis yang handal profesional dan proporsional mengikuti teknologi 4.0. Tak muluk namun tugas itu berat.
Untuk menuju kearah sana, harus dilakukan kerjasama, dengan civitas akademisi, lembaga profesional dan pemerintahan sebagai dongkrak dan motor penggerak di era milenial.
“Tak ada culas, semua jalan harus ditempuh dengan santun. Jual-lah ilmu-mu bukan menawarkan kebijakan lalu menghancurkan orang lain dengan cara-cara murahan, itu bukan pemimpin tapi ambisius,” tegasnya renyah.




