Lokakarya Perdana PPGP Angkatan 3 Aceh Timur Kurang Maksimal

  • Bagikan

 211 total views,  1 views today

Aceh Timur (MA)Lokakarya perdana program pendidikan guru penggerak angkatan 3 di laksana pada hari Sabtu tanggal 7 Agustus 2021 di Aceh Timur . Kegiatan ini dilaksanakan secara daring yang di ikuti oleh 8 pengajar praktik dan 44 calon guru penggerak, kata Plt Kepsek Sijuek Aiyub, S.Pd pada media lewat rilisnya.

Lanjutnya, Kegiatan dimulai dari jam 08 : 00 WIB sampai dengan jam 15.30 WIB. Pembukaan Lokakarya perdana di awali kata sambutan dari perwakilan PPPPTK kemudian dilanjutkan dengan kebijakan Dinas pendidikan Kabupaten Aceh Timur yang disampaikan oleh Bapak Saiful Basri, S. Pd. M. Pd. beliau sangat mengapresiasi kepada PP dan CGP serta memberi dukungan penuh pada program pendidikan guru penggerak.

Pada sesi selanjutnya yaitu pendahuluan dengan agenda menyampaikan tujuan lokakarya, games perkenalan diri, membuat kesepakatan kelas melalui Jambor, ujarnya.

Kegiatan secara daring banyak sekali hambatan, banyak kepala sekolah yang tidak bisa mengikuti acara dengan maksimal, sering terlempar keluar room karena faktor sinyal yang kurang baik. selama acara kegiatan loka karya ini produk yang di hasilkan yaitu, jambor kesepakatan kelas, kemudian vidio hasil diskusi tentang harapan dan kekhawatiran para CGP, Jambor diskusi para CGP, kemudian ada padlet perjalanan guru penggerak. serta padlet dukungan yang dibutuh oleh para CGP. Selanjutnya ada juga mentimeter.com yang memuat komitmen bersama dan refleksi para CGP terhadap kegiatan lokakarya perdana, terangnya Plt Kepsek Sijuek ini.

Ia menambahkan, Kegiatan lokakarya perdana yang dilakukan secara daring banyak sekali hambatan. Baik dari para peserta CGP yang sulit masuk keruang menting karena jaringan,” saya sendiri sebagai pengajar praktik, sulit sekali menyampaikan materi kepada CGP, seakan-akan kurang interaktif tidak dapat melihat apakah para peserta mengikuti kegiatan dengan serius,” ungkapnya.

Selain itu, kepala sekolah sangat sedikit yang hadir pada lokakarya perdana. “Berdasarkan pengamat saya hampir 50% kepala sekolah yang terlibat aktif, 60 % para CGP yang aktif berdiskusi pada saat kegiatan berlangsung,” sebut Aiyub.

kegiatan lokakarya perdana tidak berjalan dengan baik dan tidak sesuai yang diharapkan. banyak kendala yang timbul dari semua komponen, imbuhnya.

“Harapan saya dan juga harapan para CGP supaya lokakarya berikutnya dilaksanakan secara luring. Supaya hasilnya lebih maksimal seperti yang diharapkan untuk mengharapkan hasil yang baik dan maksimal maka pelaksanaan puk harus di utamakan secara maksimal,” pungkasnya Plt Kepsek Sijuek Aiyub.(Sayed Panton).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...