ACEH TIMUR | MA — Tiga bulan setelah banjir besar menerjang Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, ratusan warga Dusun Bahagia hingga kini masih bertahan di tenda darurat. Memasuki pertengahan Ramadan, satu pun dari 204 unit hunian sementara (huntara) yang direncanakan belum dapat ditempati.
Ketua Aliansi Pers Rehab Rekon Pascabanjir Aceh, Masri, menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Menurutnya, keterlambatan pembangunan huntara membuat warga terpaksa memperpanjang masa tinggal di pengungsian.
“Sudah tiga bulan warga tinggal di tenda. Dari 204 unit huntara yang direncanakan, belum satu pun bisa ditempati. Ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi sekarang sudah Ramadan,” ujar Masri, Selasa (3/3/2026).
Ia berharap pemerintah segera mempercepat proses pembangunan agar warga tidak harus merayakan Idulfitri di bawah terpal.
“Kami berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan. Jangan sampai masyarakat harus merayakan Idulfitri masih di bawah terpal,” tegasnya.
Di lokasi pengungsian, kondisi kehidupan jauh dari layak. Tenda-tenda berbahan terpal menjadi ruang hidup yang sempit dan panas. Pada siang hari, suhu di dalam tenda terasa menyengat, sementara malam hari udara lembap memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak. Saidah, salah seorang warga terdampak, mengaku telah tinggal di tenda lebih dari tiga bulan bersama keluarga besarnya.





