Warga di Dusun Bahagia Masih Tinggal di Tenda, Masri: Huntara Belum Bisa Ditempati 

Potret warga terdampak bencana banjir bandang masih tinggal di tenda pengungsian.

“Kami sudah lebih tiga bulan di tenda. Dalam satu tenda dua keluarga, panas sekali kalau siang, anak-anak sering sakit,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan keterbatasan pangan selama berada di pengungsian.

“Untuk berbuka, kadang hanya ada sirup dan nasi. Lauk jarang sekali. Kami ingin segera pindah ke huntara supaya lebih layak,” katanya. Keuchik Gampong Pante Labu, Muchlis, membenarkan bahwa hingga kini belum ada huntara yang dapat dihuni warga.

BACA JUGA...  PWI Lhokseumawe dan JMSI Aceh Utara Salurkan Bantuan Untuk Wartawan Terdampak Bencana

“Belum ada satu pun huntara yang bisa dihuni karena pengerjaan masih lambat. Warga sangat berharap sebelum Lebaran sudah bisa menempati tempat yang lebih layak,” ujarnya.

Menurut Muchlis, kondisi warga saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Ia berharap ada percepatan pembangunan serta penguatan distribusi bantuan kebutuhan dasar.

Warga kini menanti kepastian dan langkah konkret dari pemerintah, agar sisa Ramadan dapat dijalani dengan lebih aman dan bermartabat, serta Idulfitri tidak lagi dirayakan di tengah keterbatasan pengungsian. (R)