“Karena itu saya dahului dengan coffee morning dengan awak media. Saya ceritakan situasinya butuh endorse, bukan hanya tentang jenis-jenis pertandingan tapi yang lebih penting adalah mengubah persepsi publik terhadap Aceh, bahwa Aceh ini ramah dan terbuka untuk dikunjungi, dan ini hanya bisa diterobos oleh media,” lanjutnya.
Berkat pemberitaan yang masif dan signifikan dari media, akhirnya persepsi publik di Indonesia terhadap Aceh menjadi positif.
Buktinya, begitu banyak apresiasi yang disampaikan oleh para atlet dan kontingen PON XXI Aceh-Sumut pada saat mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing.
“Hari ini banyak sekali orang yang ingin membuat kegiatan di Aceh. Minggu ini, tadi pagi, kemarin, tadi malam, saya menerima banyak tamu untuk menunjukkan hospitality, keramahtamahan Aceh. Ini nilai yang diperoleh dari PON yang tidak dihitung secara nominal,” demikian Pj Gubernur Aceh.(R)




