Irigasi Ulee Jalan Nagan Raya, Aceh: Permata Wisata yang Menanti untuk Dijelajahi

Kamis, 21 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Irigasi Ulee Jalan memang awalnya difungsikan untuk mengairi lahan pertanian, tetapi karena tempatnya yang indah, masyarakat pun menjadikannya sebagai lokasi rekreasi,” ujar Fariky.

Ia menambahkan, Irigasi Ulee Jalan mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan, terutama pada akhir pekan dan libur nasional. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Nagan Raya, tetapi juga dari kabupaten tetangga dan wisatawan luar Aceh. Untuk menjaga keamanan, pihaknya mengimbau agar pengunjung berhati-hati, terutama saat debit air meningkat akibat hujan lebat. “Kami melarang mandi saat debit air tinggi agar tidak terjadi kecelakaan,” ujarnya.

BACA JUGA...  Tim Saber Pungli Abes Tangkap Oknum PNS Kantor Camat Ingin Jaya

Bagi Anda yang tertarik untuk berkunjung, Irigasi Ulee Jalan berlokasi di Kecamatan Beutong dan mudah diakses melalui jalan nasional yang menghubungkan Meulaboh dan Takengon. Jalur ini cukup strategis dan menawarkan pemandangan yang memanjakan mata sepanjang perjalanan. Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut dengan udara segar khas pegunungan dan pemandangan alam yang masih sangat terjaga.

BACA JUGA...  Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Kabupaten Nagan Raya memang memiliki daya tarik yang beragam bagi para wisatawan. Dari Irigasi Ulee Jalan hingga berbagai objek wisata lainnya, kabupaten ini layak menjadi salah satu tujuan wisata utama di Aceh. Dengan potensi alam yang luar biasa dan dukungan dari pemerintah daerah, masa depan pariwisata di Nagan Raya terlihat cerah. Jadi, jika Anda sedang merencanakan liburan, jangan lupa memasukkan Irigasi Ulee Jalan ke dalam daftar destinasi Anda. (adv)

BACA JUGA...  Aceh Ikut Meriahkan Indonesia Expo - Jeddah

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB