Hardiknas Tanpa Makna : Ketika Sekolah Menjadi Ruang Transaksi, Bukan Transformasi

Sabtu, 3 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ironisnya, semangat gotong royong kini tergantikan oleh semangat transaksional.

Komite sekolah yang semestinya menjadi wakil orang tua dalam pengawasan, justru sering bersekutu diam-diam dalam meloloskan pungutan. Sekolah yang semestinya menjadi pelindung, kini berubah menjadi institusi yang membebani.

Tak berlebihan jika publik hari ini kecewa. Hardiknas tak lagi dirayakan dengan perbaikan sistem, melainkan dengan selebrasi yang menutupi ketimpangan.

BACA JUGA...  Di Hari Pertama Sekolah, Satuan Brimob Polda Banten Lanjutkan Pembersihan di SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye

Saat para pejabat berpidato tentang pendidikan bermartabat, di lapangan orang tua harus menjual barang berharga agar anaknya bisa ikut “wisuda TK”.

Kondisi ini harus dihentikan. Pemerintah Daerah, baik Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, tidak bisa terus saling lempar tanggung jawab.

Surat edaran Menteri dan Dinas Pendidikan Provinsi sudah cukup jelas: kegiatan wisuda tidak boleh bersifat wajib dan tidak boleh dibebankan ke orang tua murid.

BACA JUGA...  Mendagri Bermain Api dengan Perdamaian Aceh

Jika benar Hardiknas adalah hari keramat bagi dunia pendidikan Indonesia, maka seharusnya ia dijadikan momen kritik dan pembenahan.

Hentikan komersialisasi sekolah, dan sebaliknya beri ruang kepada nilai. Berikan kembali makna kepada pendidikan sebagai jalan pembebasan, bukan transaksi. Karena pendidikan sejatinya bukan soal gedung mewah, toga, atau panggung hiasan.

Berita Terkait

Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Berita Terbaru

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB