TAPAKTUAN (MA) — Sebanyak 24 orang etnis Rohingya yang di tempatkan di Gedung Tapaktuan Sport Centre (TSC) Taman Pala Tapaktuan Aceh Selatan, satu persatu mulai melarikan diri.
Buktinya, Senin, (18/11), sekitar pukul 04.00 WIB, dini hari.
Berbagai spekulasi mengemuka, paska eksodusnya sebagian dari jumlah 152 pengungsi Rohingya itu mulai munculnya dugaan lemahnya sistem pengamanan di camp pengungsi hingga ke permainan para oknum yang memanfaatkan kondisi.
Gejala ini, diperkirakan akan terus berlangsung sampai para pengungsi hilang satu persatu.
“Perkiraan saya, pengungsi Rohingya itu akan hilang satu persatu, karena berbagai sebab misal adanya pihak yang memanfaatkan situasi dan bekerjasama dengan sindikat perdagangan orang,” kata sumber di Tapaktuan, Selasa, (19/11).
Dalam kaitan ini, pihak Imigrasi dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) bisa dipersalahkan karena tidak serius menangani pengungsi tersebut.
Dari insiden ini, sebagian pihak lainnya, meminta pihak Imigrasi dan UNHCR segera memindahkan para pengungsi Rohingya ini ke tempat lain, karena dikhawatirkan akan memunculkan berbagai persoalan.
Perwakilan UNHCR Faisal, tidak menanggapi pertanyaan mediaaceh.co.id via WhatsApp yang dikirim, sekitar pukul 13.05 WIB.




