Aceh Besar (MA) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang laksanakan program “Eazy Passport” bahkan, kini telah sampai kepada warga Pulau Breuh Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Kegiatan Eazy tersebut merupakan program dari Direktorat Jenderal Imigrasi selama pandemi, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan penerbitan paspor dengan sistem jemput bola kepada pemohon. Adapun pada kesempatan ini pihak Imigrasi Sabang melayani sebanyak dua orang pemohon dari warga Pulau Breuh, yang hendak mempersiapkan dokumen untuk keberangkatan ibadah Umrah., demikian disampaikan Kepala Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Haston Hazali, SH MH dalam rilis yang diterima media ini kemarin.
Rombongan dari tim Imigrasi Sabang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Hanton Hazali, S.H., M.H. yang turut didampingi oleh Kepala Seksi Lalulintas dan Izin Tinggal Kemigrasian Sabang, Ridhuwan Wiraharja Putra dan Kasubsi Lalulintas Keimigrasian Sabang, Esmed Engga Jaya serta sejumlah personil.
Hanton menjelaskan, layanan Eazy Passport ke Pulo Aceh itu merupakan bentuk komitmen Imigrasi Sabang, dalam memberikan layanan prima terkait keimigrasian kepada seluruh masyarakat. “Kali ini kita turun langsung ke Pulau Breuh Kecamatan Pulo Aceh untuk menyentuh warga pedalaman yang hendak mengurus paspor untuk tujuan ibadah umrah,” pungkasnya.
Pada Kesempatan yang sama, Kasi Lalintalkim, Ridhuan Wiraharja Putra menambahkan, bahwa Eazy Passport ke Pulo Aceh adalah sebagai wujud pelaksanaan program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi selama masa pandemi. “InsyaAllah kita siap mendatangi siapapun yang ingin mengurus dan membuat paspor, pemohon cukup ditempat tidak perlu ke kantor, biar kami yang menghampiri,” tambahnya.
Sementara 2 orang warga Pulau Breuh yang mendapat layanan Eazy Passport dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang berterimakasih dan mengapresiasi Imigrasi Sabang, atas kehadirannya ke Pulo Aceh untuk membantu mempermudah pengurusan paspor mereka, hingga mereka tidak harus menyebrang ke Sabang atau Banda Aceh terlebih dahulu.(*).
Laporan : Jalaluddin Zky




