Dua Dekade Pasca Damai, Aceh Menuju Fase Kemandirian dan Kesejahteraan

Senin, 11 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati sosial Dr. Usman Lamreung,M.Si.

Pemerhati sosial Dr. Usman Lamreung,M.Si.

ACEH | MA — Dua dekade pasca penandatanganan perdamaian, Aceh kini memasuki persimpangan sejarah yang menentukan. Fase pertama pasca konflik telah membawa ketenangan, namun fase kedua menuntut kemandirian dan kemajuan yang nyata.

Tantangan masih membentang, kemiskinan, pengangguran, kualitas pendidikan yang belum merata, serta investasi yang belum optimal. Meski demikian, di tengah realitas tersebut, harapan baru mulai tumbuh.

BACA JUGA...  Paparkan Inovasi Wali Kota Sabang Tampil Langsung di Komisi Informasi Aceh

Hal itu disampaikan oleh pemerhati sosial Dr. Usman Lamreung, M.Si dalam siaran persnya kepada media, Senin (11/8/2025). Menurutnya, pemerintahan H. Muzakir Manaf dan Fadlullah (Mualem–Dek Fadh) memiliki modal strategis berupa kedekatan dengan pemerintah pusat. Sinergi ini menjadi peluang besar untuk mendorong revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan mengupayakan perpanjangan Dana Otonomi Khusus. Momentum tersebut, tegas Usman, penting agar kewenangan yang selama ini tersendat dapat dijalankan sepenuhnya demi kepentingan rakyat Aceh.

BACA JUGA...  YARA Minta Medco Jangan Ciptakan Sumber Konflik Baru di Aceh

Visi pemerintahan saat ini, lanjutnya, diarahkan pada pemberdayaan ekonomi rakyat, optimalisasi sumber daya alam, penguatan pendidikan dan kesehatan, serta pengelolaan Dana Otsus secara tepat sasaran. Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan akan digerakkan untuk memberi nilai tambah bagi petani dan nelayan, mengurangi ketergantungan pada pasar luar, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat gampong.

BACA JUGA...  Pendidikan sebagai Hak Dasar dan Tantangan Nyata di Aceh

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB