dr. Azizy Gladylola Mastura, Jejak Bakti Sang Putri Jenderal

dr. Azizy Gladylola Mastura, Jejak Bakti Sang Putri Jenderal.

Begitu ‘sengau’ goresan makna dilayar petak berukuran 8×10 centimeter, Mayjend Achmad Daniel Chardin.

Gumamnya di sanubari; keberhasilan anaknya bukan semata gelar, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Tak lagi di medan tempur, tapi di medan kemanusiaan [menyembuhkan, merawat, dan mendengarkan].

Di senyapnya temaram ujian, riuhnya laboratorium dan ruang kuliah yang tak kenal waktu adalah ‘asabat’, Azizy untuk memupuk mimpinya dalam diam.

BACA JUGA...  BPJS Kesehatan Jamin Mental Health, Dirut Ghufron Mukti: Peserta Tenang 

Asabat yang dahulu samar, mulai menjelma nyata. Di segenap ‘gestur’ potret diri. Menggelayut atas pundaknya tertambat asa, puluhan, ratusan bahkan ribuan orang atas hadirnya dokter muda ‘sempalan’ Mayjend Achmad Daniel Chardin. Azizy bukan hanya cerdas, tetapi sangat berempati dan rendah hati.

“Dengan penuh rasa syukur, kami persembahkan: dr. Azizy Gladylola Mastura. Di awal langkahnya menggapai asa, wujudkan bakti pada sesama.” demikian salah satu ungkapan keluarga menyambut kelulusan sang putri.

BACA JUGA...  Akmal : Isu Stiker Aset Dan Saran BPK RI Jangan Dianggap Sebuah Konflik

Warisan untuk Pengabdian yang Dulu Tertunda

Dalam dirinya, darah pengabdian mengalir kuat. Ayahnya seorang jenderal, terbiasa dengan disiplin dan dedikasi. Kini, Azizy memilih jalan berbeda namun sejiwa [mengabdi pada masyarakat melalui ilmu dan layanan medis].