Aturannya sudah jelas tetapi Disdikbud disebut-sebut menggarap proyek swakelola sendiri tanpa menunjuk dan melelang, paket pekerjaan tersebut.
Sumber-sumber yang dilansir mediaaceh.co.id menyebutkan bahwa; proyek swakelola, sekolah tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) TA 2022. Pekerjaan fisik hingga pengadaan barang di Sekolah Dasar (SD) diduga langsung dikelola oleh Disdikbud Aceh Tamiang yang kini dipimipin Abdul Muthalib.
Mencuatnya pihak dinas ambil bagian proyek swakelola sekolah dari sumber yang dihimpun beberapa Kepala SD sebagai penerima manfaat.
“Namanya saja swakelola sekolah, tapi semua ada titipan dinas. Seperti rehabilitasi ruang kelas, apalagi pengadaan e-katalog. Gak tau bilang lagi kita,” Sebut narasumber
Malah sumber dari salah satu SD penerima DAK menyebut, intervensi orang dinas pendidikan ke sekolah terkait paket DAK reguler cukup dominan. Bahkan kegiatan fisik dan pengadaan DAK yang terindikasi ‘ditunggangi’ dinas pendidikan yakni, Revitalisasi SD dan pengadaan peralatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) senilai Rp125 juta untuk enam sekolah.
Kemudian paket Pengadaan Media Pendidikan atau termasuk pengadaan komputer untuk 44 sekolah dengan pagu sebesar Rp45 juta per sekolah. Sementara berdasarkan rencana kegiatan DAK reguler TA 2022 bidang 01. Pendidikan, Sub Bidang 01.02 SD Pagu Alokasi Sub Bidang anggarannya mencapai Rp13, 398 miliar.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















