Sampai berita ini disusun, Bustami masih enggan memberikan klarifikasi. Diamnya bukanlah bentuk kebijaksanaan, melainkan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab publik. Namun publik tidak akan berhenti. Ketika ASN dibungkam, ketika jurnalis diabaikan, maka rakyatlah yang akan berbicara.
“Kebenaran itu ibarat air yang mencari celah. Sekuat apapun dibendung, ia akan menemukan jalannya,” ucap seorang mantan pejabat yang kini menyesali diamnya masa lalu.
Ia menegaskan, “Jabatan boleh sementara, tapi pengkhianatan kepada rakyat akan tercatat dalam sejarah”.
Kini saatnya bagi Bupati Iskandar membuktikan keberpihakan sejatinya. Jangan biarkan satu sosok merusak seluruh harapan yang telah dibangun. Karena reformasi bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang membersihkan mentalitas lama yang korup dan menindas. (Hasballah Kadimin)















