Ironisnya, banyak yang meyakini bahwa posisi strategis yang kini dipegang Bustami tak lepas dari kedekatannya dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
Kedekatan ini, jika benar adanya, justru menjadi ancaman tersendiri bagi kredibilitas dan reputasi Bupati Iskandar. Sebagai figur muda yang dikenal cerdas, progresif, dan berpihak kepada rakyat, Iskandar tentu tidak ingin dicap melindungi bawahan yang mencederai semangat reformasi dan pelayanan publik.
Kini, harapan publik tertuju pada sikap tegas Bupati Aceh Timur. Masyarakat menuntut agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan etika Plt Kadisdikbud. Jika benar terjadi penyalahgunaan wewenang, pembungkaman kritik, dan nepotisme, maka pencopotan jabatan adalah langkah mutlak yang tidak bisa ditawar.
Aceh Timur tidak kekurangan sumber daya manusia yang berintegritas dan profesional untuk memimpin sektor pendidikan. Jabatan seharusnya tidak diberikan atas dasar kedekatan politik, melainkan kompetensi dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Pendidikan bukanlah tempat untuk bermain kuasa. Ia adalah pilar utama dalam membentuk masa depan generasi bangsa. Ketika institusi pendidikan justru dijadikan panggung arogansi dan tirani birokrasi, maka yang lahir bukan lagi insan cendekia, melainkan generasi yang tumbuh dalam ketakutan dan kebingungan moral.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















