Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Berikan Penghargaan Kepada Perusahaan

  • Bagikan

 45 total views,  1 views today

Banda Aceh (MA) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh melalui Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan diwakili oleh Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan memberikan penghargaan dari Kemenaker RI di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada perusahaan- perusahaan di Aceh yang memenuhi persyaratan , Senin (20/9/2021), di ruang kerja Kabid Pengawasan ketenagakerjaan Aceh.

Penghargaan ini bertujuan memotivasi perusahaan, pemerintah daerah, dan pekerja untuk mengimplementasikan K3 dengan lebih baik.

Dalam penghargaan K3 2020 ini, penghargaan kecelakaan nihil (zero accident) diberikan kepada 36 perusahaan. Sementara, Penghargaan Pencegahan Penanggulangan Covid-19 (P2Covid19) diberikan kepada 14 perusahaan.

Kabid Pengawasan dan Ketenagakerjaan Disnakermobduk Aceh, Erwin Ferdinansyah, yang didampingi Kepala Seksi Penegakan Norma K3 Ichwan,ST menyatakan, penegakan norma K3 menjadi kian penting di saat pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakermobduk Aceh Erwin Ferdinan, penegakan norma K3 akan menjaga kelangsungan usaha, sekaligus menjaga keselamatan pekerja di tempat kerja.

Untuk mendukung keberlangsungan usaha, Menteri Ketenagakerjaan telah menandatangani Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 312 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Pandemi Penyakit.

“Keputusan menteri tersebut agar dapat dijadikan pedoman semua perusahaan, sehingga upaya recovery ekonomi dari 5 dampak pandemi bisa terus dilakukan,” ungkap nya.

Erwin menambahkan, meski angka kecelakaan terjadi penurunan, namun upaya untuk memperkecil angka kecelakaan kerja harus terus ditingkatkan, baik berupa sosialisasi, training, pengawasan, pemberian saran, pembinaan, penegakan hukum, hingga pemberian penghargaan.

Ia Juga memberikan Apresiasi tinggi terhadap perusahaan-perusahaan yang menerima penghargaan, harapannya kedepan perusahaan dapat mempertahankan pencapaiannya yang telah diraih dan terus meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dilingkungan kerja perusahaan.

“Saya bersyukur, upaya yang dilakukan sudah memperlihatkan hasil, di mana perusahaan yang mempertahankan zero accident setiap tahun mengalami peningkatan,” pungkasnya.(*).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...