Menyembuhkan Lebih dari Sekadar Obat
“Dokter bukan hanya mendeteksi penyakit,” ujar dr. Yuli perlahan, menatap ruang rawat yang kini lebih tertata. “Tapi juga menyalakan harapan.”
Baginya, kesembuhan bukan semata hasil kerja alat digital atau resep yang tertulis di lembar putih.
Ada sesuatu yang lebih halus, lebih dalam, dan lebih manusiawi; sugesti dari empati tulus seorang dokter yang bisa menenangkan jiwa pasien.
“Kadang, pasien sembuh bukan karena obat, tapi karena ia merasa tidak sendiri,” kata seorang perawat muda yang menemaninya.
Di sudut rumah sakit, dr. Andika Putra, SpPD-FINASIM, M.Hkes, tampak menyambut tamunya dengan rendah hati.
Sebagai Direktur RSUD Muda Sedia, ia tahu betul bahwa rumah sakit bukan hanya bangunan dengan alat medis canggih [tapi ruang tempat manusia saling menolong dalam keterbatasan].
“Saya hanya seorang dokter, tak lebih. Ini bukan kerja saya, tapi kerja kolektif seluruh manajemen RSUD Muda Sedia. Ini karya putra-putri daerah untuk kemanusiaan,” ucapnya lirih.
Ucapannya sederhana, tapi sarat makna. Di balik kesibukan administrasi dan laporan, ada jiwa yang tetap hidup [jiwa pengabdian].
Menyisir Aduan, Merawat Kepercayaan
Kedatangan Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan dari Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI itu pada Kamis, 9 Oktober 2025, adalah bagian dari pembinaan dan pengawasan.





