Di Balik ‘Stetoskop’ Ada Nurani dan Empati Pelayanan

Di Balik ‘Stetoskop’ Ada Nurani dan Empati Pelayanan. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Ilustrasi digital art].

Di tengah evaluasi, dr. Andika tak mencoba menutupi apa pun. Ia justru dengan jujur mengakui, “Sebagai institusi pelayanan publik, tentu kami tidak luput dari kekurangan. Kesalahan pasti ada di sana-sini. Tapi upaya berbenah terus kami lakukan.”

Kata-kata itu mungkin sederhana, tapi di baliknya tersimpan filosofi penting: keberanian untuk jujur adalah langkah pertama menuju mutu yang sesungguhnya.

BACA JUGA...  Warga Impikan Jalan Bagus sejak 54 Tahun Lalu

Ia sadar, dalam pelayanan publik, persepsi masyarakat adalah cermin yang paling jujur. “Apa yang kami rasa cukup, belum tentu cukup di mata masyarakat,” lanjutnya.

Menjaga Kepercayaan, Merawat Harapan

Kunjungan itu kemudian menjadi refleksi bersama; tentang pentingnya merawat kepercayaan publik. Tentang betapa pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan medis, tapi juga moral.

BACA JUGA...  Apel Pagi di Lokasi TMMD dipimpin Mayor Inf M.S. Sianturi

RSUD Muda Sedia kini berbenah, bukan hanya dalam sistem, tapi dalam budaya kerja. Dari ruang pendaftaran hingga ruang ICU, dari dokter hingga petugas kebersihan, semua diajak menanam satu nilai yang sama: empati adalah bagian dari pelayanan.

Dr. Andika menutup pertemuan itu dengan kalimat sederhana, namun menggema di ruang batin banyak orang;

BACA JUGA...  Perduli Jalan Rusak, Wakil Ketua Komisi I Apresiasi Kinerja Pemkab Atam

“Komitmen ini bukan seremonial. Ini tentang kemanusiaan. Tentang bagaimana setiap pasien yang datang ke RSUD Muda Sedia pulang dengan harapan [bukan sekadar resep].”

Epilog: Rumah Sakit yang Hidup oleh Hati