Di Balik Huntara WiKA, Harapan Baru Warga Aceh Tamiang Tumbuh

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah keterbatasan, hal-hal kecil seperti udara yang tidak terlalu panas menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi fisik dan mental.

Tak hanya soal bangunan, kawasan huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Mushola berdiri sebagai pusat aktivitas spiritual sekaligus sosial. Di sana, warga tidak hanya beribadah, tetapi juga saling menguatkan melalui interaksi sehari-hari.

Sistem sanitasi juga menjadi perhatian utama. Fasilitas mandi, cuci, dan kakus disediakan secara terpisah antara laki-laki dan perempuan. Air bersih dialirkan melalui jaringan perpipaan serta didukung sumur yang telah disiapkan.

BACA JUGA...  Memiliki Historis, Bupati Abdya Kembangkan Padi Sigupai

Sementara itu, limbah dikelola menggunakan instalasi pengolahan berbasis biotech dengan kapasitas 5 meter kubik per blok.

Bagi warga yang sebelumnya kehilangan akses terhadap sanitasi yang layak, kehadiran fasilitas ini menjadi perubahan besar.

Tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mengurangi risiko penyakit yang kerap muncul pascabencana.

Di sisi lain, penataan lingkungan juga dilakukan dengan pendekatan yang terencana. Kontur tanah diolah melalui sistem terasering untuk menjaga stabilitas lahan.

BACA JUGA...  Warga Senang Rumahnya Direhab Satgas, dalam Program TMMD

Setiap kavling hunian dilengkapi ruang terbuka hijau, menciptakan suasana yang lebih asri dan tidak terkesan kumuh seperti yang kerap diasosiasikan dengan hunian darurat.

“Kami ingin memastikan bahwa warga tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang layak,” kata Rahmadina.

Perubahan yang terjadi di kawasan huntara tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga sosial. Interaksi antar warga mulai kembali terbangun. Anak-anak memiliki ruang untuk bermain dan belajar. Orang tua mulai menata kembali kehidupan, meski perlahan.

BACA JUGA...  Aceh Peringati Hari Damai Dengan Aman

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB