Seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku bahwa kehadiran huntara memberikan ketenangan yang sebelumnya sulit didapat.
Setelah kehilangan rumah akibat banjir, ia dan keluarganya sempat berpindah-pindah tempat tinggal sementara.
“Sekarang sudah lebih tenang. Anak-anak juga sudah bisa tidur nyenyak,” ujarnya singkat.
Cerita serupa juga datang dari warga lain. Mereka mulai merasakan stabilitas yang selama ini hilang.
Dengan adanya tempat tinggal yang jelas, mereka dapat kembali merencanakan kehidupan ke depan, termasuk mencari pekerjaan dan menyekolahkan anak.
Bagi WiKA, proyek ini bukan sekadar bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam penanganan bencana.
Lebih dari itu, pembangunan huntara menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan solusi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Rahmadina menegaskan bahwa setiap proses dalam pembangunan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.
Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran huntara menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Tidak hanya sebagai solusi sementara, tetapi juga sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih stabil.




