Di Balik Huntara WiKA, Harapan Baru Warga Aceh Tamiang Tumbuh

Huntara yang tersebar di beberapa titik strategis [Kampung Bundar, depan SMP Negeri 1, hingga Kampung Bukit Rata] tidak sekadar menjadi tempat tinggal darurat.

Lebih dari itu, kawasan ini dirancang untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman yang sempat hilang.

Setiap unit hunian dibangun menggunakan sistem modular berbahan baja yang kokoh.

Dalam satu modul terdapat 12 pintu hunian yang disusun saling membelakangi, menciptakan ruang yang cukup privat bagi setiap keluarga.

BACA JUGA...  WiKA Perkuat Keselamatan dan Libatkan Warga dalam Pemulihan Aceh Tamiang

Penataan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan psikologis warga yang masih dalam masa pemulihan.

Di balik konstruksi yang terkesan sederhana, tersimpan inovasi teknologi yang menjadi kunci percepatan pembangunan.

Sistem Modular – Lightweight (ringan)/inovatif (MOLI) yang digunakan memungkinkan proses pemasangan tanpa alat berat. Hal ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjaga kondisi tanah agar tetap stabil, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.

BACA JUGA...  HAMPIR DUA BULAN PASCABANJIR, KETIKA KORBAN DIPAKSA MENGEMIS DI JALAN

Rahmadina Alya, Senior Advisor for Assessment Divisi Quality Control pada Proyek Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Aceh-1 PT WIKA, menjelaskan; pendekatan yang digunakan dalam pembangunan huntara tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas.

“Hunian ini dirancang agar tetap nyaman ditempati dalam kondisi iklim tropis. Atap dilapisi aluminium foil untuk meredam panas, sehingga suhu di dalam ruangan lebih sejuk,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pernyataan tersebut bukan sekadar klaim teknis. Bagi warga, kenyamanan suhu di dalam hunian menjadi hal yang sangat terasa, terutama di siang hari.