Di Balik Huntara WiKA, Harapan Baru Warga Aceh Tamiang Tumbuh

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Huntara yang tersebar di beberapa titik strategis [Kampung Bundar, depan SMP Negeri 1, hingga Kampung Bukit Rata] tidak sekadar menjadi tempat tinggal darurat.

Lebih dari itu, kawasan ini dirancang untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman yang sempat hilang.

Setiap unit hunian dibangun menggunakan sistem modular berbahan baja yang kokoh.

Dalam satu modul terdapat 12 pintu hunian yang disusun saling membelakangi, menciptakan ruang yang cukup privat bagi setiap keluarga.

BACA JUGA...  Rumah Nyaris Runtuh; Ikhtiar Sunyi Zainal Arifin Bertahan Hidup di Teluk Halban

Penataan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan psikologis warga yang masih dalam masa pemulihan.

Di balik konstruksi yang terkesan sederhana, tersimpan inovasi teknologi yang menjadi kunci percepatan pembangunan.

Sistem Modular – Lightweight (ringan)/inovatif (MOLI) yang digunakan memungkinkan proses pemasangan tanpa alat berat. Hal ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjaga kondisi tanah agar tetap stabil, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.

BACA JUGA...  Mualem-Dek Fad Menang Pilkada, Ketua IWAJRI Aceh: Harapan Baru untuk Jurnalisme Aceh

Rahmadina Alya, Senior Advisor for Assessment Divisi Quality Control pada Proyek Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Aceh-1 PT WIKA, menjelaskan; pendekatan yang digunakan dalam pembangunan huntara tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas.

“Hunian ini dirancang agar tetap nyaman ditempati dalam kondisi iklim tropis. Atap dilapisi aluminium foil untuk meredam panas, sehingga suhu di dalam ruangan lebih sejuk,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pernyataan tersebut bukan sekadar klaim teknis. Bagi warga, kenyamanan suhu di dalam hunian menjadi hal yang sangat terasa, terutama di siang hari.

BACA JUGA...  MENANTI CAIRNYA BANTUAN KORBAN BANJIR ACEH TAMIANG

Berita Terkait

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya
Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan
Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong
Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir
PMI Perkuat Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi: Solidaritas Kemanusiaan yang Menghidupkan Harapan
Fadlon Apresiasi CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia, Rumah Inspirasi Jadi Tonggak Pemulihan Aceh Tamiang
ASN TNI Juga Harus Siap Bertempur

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Berita Terbaru

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agu 2026 - 18:02 WIB

OPINI

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agu 2026 - 17:55 WIB

RAGAM BERITA

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agu 2026 - 17:50 WIB