BANDA ACEH | MA — Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi di lingkungan pendidikan tinggi, Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 Anti Teror Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme)” bersama mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Poltekkes Kemenkes Aceh ini menghadirkan pemateri dari Densus 88 AT Polri, IPDA Nurul Maulana, S.H., yang memaparkan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme dan kewaspadaan terhadap infiltrasi ideologi radikal di lingkungan akademik.
Dalam paparannya, IPDA Nurul Maulana menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang harus menjadi pelopor perdamaian, toleransi, dan persatuan bangsa.
“Radikalisme tidak hanya muncul melalui kekerasan fisik, tetapi juga lewat penyebaran ideologi di ruang digital dan sosial. Mahasiswa harus bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh ajaran yang menyesatkan,” ujarnya.
FGD tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh, antara lain dr. Ns. Dewi Marianti, S.Kep., M.Kep., Sp.Ma selaku Ketua Jurusan; Ainal Mardhiah, SKM., MPH selaku Sekretaris Jurusan; serta Ritawati, A.K., MPH selaku Ketua Program Studi D4 Keperawatan. Para dosen, staf, dan mahasiswa juga tampak antusias mengikuti kegiatan ini.




