Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mengangkat berbagai isu seputar peran tenaga kesehatan dalam membangun masyarakat yang damai dan inklusif. Para peserta diajak memahami bagaimana menjaga semangat kebersamaan serta menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi di lingkungan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 berharap tumbuhnya kesadaran ideologis dan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa kesehatan, agar mampu menjadi garda terdepan dalam menolak penyebaran paham IRET di dunia pendidikan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Densus 88, jajaran dosen, dan seluruh peserta FGD sebagai simbol komitmen untuk terus menjaga semangat kebangsaan serta memperkuat ketahanan ideologi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh.(R)




