Bobroknya Kepengurusan Sejumlah Mahasiswa UGL Unjuk Rasa

  • Bagikan

 81 total views,  1 views today

KUTACANE (MA) – Sejumlah mahasiswa dan alumni Universitas Gunung Leuser (UGL) lakukan unjuk rasa, Kamis 27 Februari 2020, terkait bobroknya kepengurusan yang dijalankan selama ini.

Sejumlah mahasiswa yang melakukan unjuk rasa tersebut mendatangi kantor Bupati Aceh tenggara, mereka meminta agar Bipati sebagai pembina memperhatikan UGL secara serius. Apalagi UGL adalah Universitas kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara.

Keyspeker Al Mujawaddin menegaskan dalam orasinyanya bahwa; UGL telah banyak mencetak sarjana yang mumpuni dan telah bekerja di instansi pemerintah, mulai dari Kabid, Kabag dan ada yang sudah menjadi kepala Dinas, namun UGL sudah tidak jelas karena unsur pengurus dan pembina tidak serius.

Setelah selesai berorasi didepan kantor Bupati, para mahasiswa bergeser ke gedung DPRK Aceh Tenggara dan para pendemo diterima oleh seorang anggota DPRK dari Fraksi Golkar, Hasanusi, beliau meminta kepada mahasiswa untuk masuk kedalam ruangan.

Setelah diruang fraksi, Al Mujawadin meminta kepada pihak Dewan agar UGL dapat diselamatkan, “kalau seperti sekarang ini sistim kepengurusan saya yakin, dalam waktu dekat Universitas kebanggan kita ini akan bubar atau tinggal nama, sebab saat sekarang tidak ada lagi orang tamatan SMA yang mau kuliah disebabkan oleh kepengurusan amburadul,” tegasnya

Selanjutnya Hasannusi menampung aspirasi mahasiswa UGL tersebut dia mengatakan apapun tuntutan mahasiswa akan disampaikan ke komisi yang membidangi pendidikan.

Tuntutan mahasiswa UGL dibacakan langsung oleh AL Mujawadin Diantaranya; Ganti atau bekukan pengurus yayasan Universitas Gunung Loser dikarenaka tidak efektif menjalankan tugas pokok dan pungsi mereka. Lalu Audit Anggaran yang ada dikampus UGL baik dari sumber dana hibah PEMDA. Agara, SPP Mahasiswaeksekutif, SPP Mahasiswa reguler besrta dana lain yang bersifat tidak mengikat, kami duga ada tumpang tindih laporan.

Selanjutnya minta kepada Bupati Aceh Tenggara Drs. H. Raidin Pinim. M.AP selaku pembina YPGL agar cepat tanggap dan menindaklanjuti tuntutan kami,agar UGL dapat normal seperti sedia kala,dan bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.

Dan Apabila tuntutan kami ini tidak ditanggapi dalam satu minggu maka kami akan turun kejalan lagi membawa massa yang lebih besar, serta menyegel pintu masuk UGl dan kantor Bupati Aceh Tenggara, juga kepada empat pembina yayasan UGL, agar tidak main-main dalam hal penyelamatan UGL, ini tanggung jawab mereka selaku pemegang amanah yang di titipkan masyarakat Aceh Tenggara, Ketua umum Yayasan mengancam mahasiswa sehingga tidak mrnunjukan sikap pendidik ini sudah keterlalauan ucap Al Mujawadin. (Mara Hasan).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...