Lhokseumawe (MA) – Aksi demo ratusan warga lingkungan PT. Perta Arun Gas (PAG) berlangsung ricuh, polisi mengamankan satu orang pendemo. Kericuhan terjadi diakibatkan pihak perusahaan tidak mau menjumpai pengunjuk rasa. Senin (30/8/2021).
Aksi demo berlangsung pada pukul 09.00 WIB di depan pintu II, Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, di ikuti oleh ratusan warga dari 13 Desa binaan perusahaan. Turut dikawal oleh ratusan personel gabungan Polres Lhokseumawe, Polres Aceh Utara, dan Polres Bireuen serta TNI.
Massa menuntut pimpinan BUMN atau Pertamina agar mencopot Direktur Teknikal dan Operasional PAG yang baru dijabat oleh Yan Sukarial. Kemudian mereka menuding, dengan masuknya manajemen baru Direktur Teknikal dan Operasional serta Manager Humas hanya membuat kenyamanan yang selama ini sudah berlangsung menjadi buyar.
Koordinator aksi T Muklis kepada wartawan mengatakan, aksi ini dilakukan akibat dari rasa kecewa warga lingkungan terhadap kebijakan manajemen PT PAG yang kurang peduli dan terus ingkar janji terhadap warga lingkungan, seperti perekrutan tenaga kerja lokal dan penyaluran dana CSR.
“Pihak perusahaan telah melukai hati warga lingkungan dengan merekrut tenaga kerja dari luar dan orang terdekatnya, perlakuan mereka telah melukai hati warga lingkungan,” katanya.
Selanjutnya ia mengatakan, seharusnya PAG merekrut tenaga melalui forum keuchik, namun kenyataannya pihak perusahaan tidak merekrut tenaga kerja sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Seperti yang terjadi pada perekrutan tenaga kerja PBAS.
“Sudah sebulan ini PAG merekrut tenaga kerja untuk berbagai posisi. Dan sudah ditraining tinggal ditempatkan di posisi masing-masing. Dulu, masa Arun kami dibina, sekarang masa PAG kami dibinasakan,” katanya
Kemudian ia menyebutkan, perekrutan sebanyak 77 tenaga kerja menciderai UU Pemerintah Aceh dan kearifan lokal. Dimana putra daerah tidak diberikan kesempatan untuk bekerja. (Mulyadi).




