Debat ini terdiri dari enam segmen. Pada segmen pertama, pasangan calon memaparkan visi dan misi mereka, dengan visi “Aceh Utara Bangkit, Sejahtera, Bermartabat, dan Berkelanjutan.” Segmen kedua hingga kelima meliputi sesi tanya jawab dari panelis. Pada segmen terakhir, paslon diberi kesempatan untuk menyampaikan pernyataan penutup.
Dalam pemaparan visi-misinya, Cabup Aceh Utara Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayah Wa menyampaikan konsep “Meuligoe Panglima” sebagai landasan kebijakan. “Meuligoe adalah istana para sultan dan raja, dan kebetulan kita di Aceh Utara adalah tempat berdirinya kerajaan-kerajaan seperti Sultan Malikussaleh,” ujarnya.
Meuligoe ini, lanjut Ismail, bukan hanya simbol kekuasaan, melainkan juga pusat lahirnya berbagai kebijakan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama.
Ismail menambahkan, ‘Makna Aceh Utara Bangkit’ mencakup kebangkitan di sektor ekonomi, pendidikan, budaya, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang baik. Sedangkan kesejahteraan bermakna rakyat makmur, termasuk peningkatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pada segmen berikutnya, paslon menjawab pertanyaan panelis dengan subtema “Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi.” Topik yang dibahas meliputi sektor pertanian, industri pengolahan, UMKM, koperasi, pariwisata, perdagangan, pengembangan BUMD, dan ekonomi kreatif. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah strategi pengembangan sektor pariwisata secara profesional.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















