Ismail menyampaikan bahwa Aceh Utara berkomitmen untuk menjadikan situs-situs sejarah, seperti makam Sultan Malikussaleh dan Cut Nyak Meutia, sebagai aset diplomasi untuk menarik investor mancanegara. “Selama ini, objek wisata di Aceh Utara kurang terjaga. Jika kami dipercaya menjadi Bupati dan Wakil Bupati, kami akan melestarikan objek wisata ini serta mengundang investor guna meningkatkan PAD,” ucapnya.
Ismail juga menekankan pentingnya promosi wisata, pelestarian situs budaya, serta pemberdayaan kearifan lokal sesuai syariat Islam. “Selama ini kita banyak mengadopsi budaya asing dan melupakan budaya lokal. Kami berkomitmen memberdayakan budaya Aceh, khususnya di Aceh Utara, dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya lokal,” tambahnya.
Debat publik ini dihadiri oleh Panwaslih, Komisioner KIP Aceh Utara, perwakilan partai pendukung, tim perumus debat terbuka, dan sejumlah tamu undangan. Acara berlangsung dengan pengamanan ketat dari Polres Aceh Utara, dibantu oleh Satpol PP. Sementara itu, debat kedua dijadwalkan akan berlangsung pada 20 November 2024.(Sayed Panton)





