Bukan ‘Dipeloroti’ Tapi Beri ‘Serum’ Perbaikan

Penulis : Dewan Penasehat PWI Aceh Tamiang; Redaktur Pelaksana mediaaceh.co.id – atjehdaily.id dan Ketua Komunitas Jurnalis Lingkungan (KJL) Aceh Tamiang.

Kerja Sama Tim; sebagai direktur harus bisa menyatukan persepsi dan atau fasilitasi kerja sama tim antara dokter, perawat, dan staf lainnya berjalan dengan baik. Dengan memberikan pelatihan dan pengembangan staf secara teratur.

Teknologi dan Inovasi

Manajemen RSUD Muda Sedia bisa mengimplementasikan sistem informasi rumah sakit yang terintegrasi. Menggunakan teknologi medis mutakhir seperti telemedisin dan robotika.

BACA JUGA...  Apa Kabar DAK Fisik Aceh Tamiang?, ‘Melorot’ ya?

Upaya Penggunaan Data; seperti Analisis data untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Terapkan inovasi pelayanan seperti layanan online dan aplikasi pasien.

Standar dan Akreditasi

Selanjutnya pastikan RSUD Muda Sedia mampu menaikkan grade RS. Memastikan akreditasi dari lembaga akreditasi yang diakui dapat dicapai.

Tak terkecuali Standar Kualitas; caranya dengan Implementasikan standar kualitas pelayanan yang tinggi, Melakukan pengawasan kualitas secara teratur. Dan Pengembangan Mutu dengan menerapkan pengembangan mutu secara terus-menerus.

BACA JUGA...  Tamiang dan ‘Lubang tak Berdasar’

Pemkab Harus Berani

‘Mengulik’ RSUD Muda Sedia, sama seperti menelanjangi diri sendiri. Tanpa masukan formulasi untuk menjadi lebih baik.

Sedangkan khusus untuk menaikkan strata type RSUD Muda Sedia, Pemkab ya harus berani melakukan inovasi, terutama sarana dan prasarana penunjang medis [Dokter spesialis, peralatan yang memadai, serta pelayanan prima dari para medis].