Birokrasi di Tengah Bencana

Kamis, 12 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Syawaluddin; Penulis dan Redaktur Pelaksana mediaaceh.co.id.

Syawaluddin; Penulis dan Redaktur Pelaksana mediaaceh.co.id.

Skema ini dirancang agar masyarakat yang kehilangan rumah dan penghidupan dapat segera memulai kembali kehidupan mereka.

Di atas kertas, kedua kebijakan tersebut tidak saling bertentangan. Namun ketika diterapkan bersamaan di daerah, keduanya menciptakan satu persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan: birokrasi berlapis.

Ketika Administrasi Mengalahkan Kemanusiaan

BAGI WARGA yang rumahnya terendam banjir, persoalan regulasi tentu bukan hal utama. Mereka lebih membutuhkan bantuan untuk membeli peralatan rumah tangga yang hilang, memperbaiki dinding yang rusak, atau memulai kembali usaha kecil yang hancur diterjang air.

BACA JUGA...  Kami Sangat Butuh Pengerasan Jalan Desa, Akses Masuk Ekstrem dan Berlumpur

Namun sebelum bantuan itu sampai ke tangan mereka, ada proses panjang yang harus dilalui.

Pendataan korban dimulai dari tingkat desa. Aparat desa mencatat rumah yang rusak dan keluarga yang terdampak.

Data tersebut kemudian diverifikasi di tingkat kecamatan, diperiksa kembali oleh pemerintah kabupaten, lalu disinkronkan dengan data yang dimiliki pemerintah provinsi.

BACA JUGA...  Vaksin di Aceh Tamiang Capai 53,3 Persen, Nakes 100 Persen

Setelah itu, data masih harus diverifikasi oleh BNPB di tingkat pusat.

Masalah muncul ketika data yang sudah diverifikasi tersebut harus disesuaikan kembali dengan mekanisme administrasi keuangan daerah sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri.

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

KESEHATAN

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:47 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Masa Muda Adalah Waktu Menanam Masa Depan

Senin, 31 Agu 2026 - 22:07 WIB

RAGAM BERITA

Warga Aceh Timur Meriahkan JASERA 2026 Bersama Medco E&P Malaka

Senin, 31 Agu 2026 - 20:59 WIB

NANGGROE

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agu 2026 - 23:00 WIB

Saat anggota TNI memadamkan api hutan terbakar.

MILITER

TNI Padamkan Api 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:44 WIB