Semburan air yang mengenai kobaran api kecil itu bukan hanya latihan. Bagi mereka, itu adalah momen pertama memahami bahwa memadamkan api bukan sekadar pekerjaan, tetapi tanggung jawab yang penuh keberanian.
“Anak-anak hari ini luar biasa antusias. Mereka bukan hanya bermain, tetapi benar-benar belajar tentang bahaya kebakaran dan bagaimana menanggulanginya.”
[Ibrahim Zakaria, Pimpinan Pemadam Kebakaran Kota Lhokseumawe]
Edukasi Sejak Dini sebagai Investasi Keselamatan.
PIMPINAN Damkar Kota Lhokseumawe, Ibrahim Zakaria, menyampaikan bahwa edukasi ini bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran sejak usia dini.
Anak-anak adalah kelompok yang rentan dalam situasi darurat. Karena itu, menurut Ibrahim, pemahaman awal tentang apa itu kebakaran, bagaimana menghindarinya, dan apa yang harus dilakukan saat menghadapi kobaran api merupakan pengetahuan dasar yang penting.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TK Kartika IV-3 atas inisiatif menghadirkan kegiatan belajar di luar kelas yang memberikan pengalaman langsung [sesuatu yang sering kali lebih bermakna daripada penjelasan dalam ruangan].
Api yang Tidak Selalu Menakutkan.
MENJELANG siang, ketika anak-anak kembali menaiki bus dan truk Reo, markas damkar perlahan kembali tenang.




