Banjir Terus Mengancam

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Naufal Efendi mengepalkan tangannya sebagai simbol perlawanan atas kondisi ril SMRS yang kehilangan daya serapnya.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Muhammad Naufal Efendi mengepalkan tangannya sebagai simbol perlawanan atas kondisi ril SMRS yang kehilangan daya serapnya.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Menurut Naufal, kondisi tersebut menunjukkan persoalan SMRS bukan sekadar masalah administratif mengenai batas kawasan konservasi. Ketika tutupan hutan berkurang dan ekosistem rawa mengalami tekanan, fungsi ekologis kawasan juga patut dipertanyakan.

Kerusakan kawasan konservasi, katanya, pada akhirnya tidak hanya berdampak terhadap satwa dan tumbuhan, tetapi juga berpotensi memengaruhi keseimbangan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

BACA JUGA...  Pengamat: Korban Banjir Aceh Jangan Hanya Diberi Janji

“Ada yang harus dilihat, bukan hanya berapa banyak pohon yang hilang, tetapi apa yang terjadi setelahnya. Ketika kawasan rawa dan hutan mengalami kerusakan, kita harus melihat bagaimana perubahan tersebut memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menyerap dan menyimpan air. Karena yang merasakan dampaknya pada akhirnya bukan hanya alam, tetapi masyarakat,” ucapnya.

Bagi masyarakat Aceh Singkil, persoalan tersebut menjadi kondisi yang nyata. Ketika banjir datang, masyarakat tidak berhadapan dengan angka dan statistik, melainkan dengan rumah yang terendam, barang-barang rusak, pekerjaan terhenti, anak-anak kehilangan ruang aktivitas, serta keluarga yang harus memikirkan keselamatan mereka.

BACA JUGA...  Aceh Tenggara Banjir Bandang, Rumah Warga dan Gereja Rusak Berat

Dalam bencana banjir besar yang terjadi pada November 2025, BNPB mencatat sebanyak 6.579 kepala keluarga atau 25.827 jiwa terdampak, sementara 684 kepala keluarga mengungsi.

Berita Terkait

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
DPRK dan Pemkab Aceh Aceh Utara Sepakati APBK Perubahan 2026 Rp2.93 T
Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana
Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 
Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 
Wabup Asel Jabat Ketua PMI
Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA
Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 26 September 2026 - 21:03 WIB

DPRK dan Pemkab Aceh Aceh Utara Sepakati APBK Perubahan 2026 Rp2.93 T

Sabtu, 26 September 2026 - 20:38 WIB

Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana

Sabtu, 26 September 2026 - 20:15 WIB

Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 

Jumat, 25 September 2026 - 20:41 WIB

Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

400 Sertipikat PTSL Diserahkan di Bendahara

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:06 WIB

RAGAM BERITA

SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:34 WIB

Saat penyerahan penghargaan oleh ketua IPAU kepada Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:38 WIB