Banjir Terus Mengancam

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Naufal Efendi mengepalkan tangannya sebagai simbol perlawanan atas kondisi ril SMRS yang kehilangan daya serapnya.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Muhammad Naufal Efendi mengepalkan tangannya sebagai simbol perlawanan atas kondisi ril SMRS yang kehilangan daya serapnya.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

“Namun, ketika Aceh Singkil berada di tengah kawasan rawa yang secara alami memiliki kemampuan menyimpan air, pertanyaan kemudian muncul: mengapa banjir masih terus berulang dan dirasakan masyarakat dengan dampak yang begitu besar?” kata Naufal.

Ia menilai persoalan banjir di Aceh Singkil perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya diberikan penjelasan mengenai curah hujan tinggi dan luapan sungai setiap kali banjir terjadi.

BACA JUGA...  Wabup Asel H. Baital Mukadis Tinjau Lokasi Banjir di Kluet Tengah 

Kondisi lingkungan yang menjadi bagian dari sistem tata air, kata dia, juga perlu diperiksa secara serius.

“Kita tidak bisa hanya melihat banjir sebagai persoalan curah hujan. Kita juga harus mempertanyakan bagaimana kondisi kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil hari ini dan sejauh mana fungsi ekologisnya masih mampu berjalan. Kalau kawasan yang seharusnya menjadi salah satu benteng alami penyimpan air terus mengalami kerusakan, tentu kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius,” ujar Naufal.

BACA JUGA...  Ayah Wa Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir

Kekhawatiran tersebut, lanjutnya, bukan tanpa alasan. Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil menghadapi persoalan kerusakan tutupan hutan dan perambahan.

Data yang disampaikannya menunjukkan, SMRS kehilangan tutupan hutan mencapai 1.784 hektare sepanjang 2019–2023, dengan kehilangan yang disebut terus meningkat setiap tahunnya.

Berita Terkait

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
DPRK dan Pemkab Aceh Aceh Utara Sepakati APBK Perubahan 2026 Rp2.93 T
Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana
Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 
Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 
Wabup Asel Jabat Ketua PMI
Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA
Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 26 September 2026 - 21:03 WIB

DPRK dan Pemkab Aceh Aceh Utara Sepakati APBK Perubahan 2026 Rp2.93 T

Sabtu, 26 September 2026 - 20:38 WIB

Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana

Sabtu, 26 September 2026 - 20:15 WIB

Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 

Jumat, 25 September 2026 - 20:41 WIB

Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

400 Sertipikat PTSL Diserahkan di Bendahara

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:06 WIB

RAGAM BERITA

SWI Aceh Barat Dapat Apresiasi di Festival Literasi

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:34 WIB

Saat penyerahan penghargaan oleh ketua IPAU kepada Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:38 WIB