Apa itu Vaksin Covid-19 dan Kenali Manfaatnya

  • Bagikan
Ilustrasi seorang sedang divaksin

 30 total views,  6 views today

Apa itu Vaksin Covid-19 dan Kenali Manfaatnya

KUALASIMPANG (MA) – Vaksin?, hingga kini masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Seakan vaksin adalah sesuatu yang sangat menakutkan dan membuat efek tak baik bagi kehidupan.

Padahal, sesuatu yang dianggap momok tersebut, adalah; bagian perlindungan diri dari serangan Covid-19 menambah sistim kekebalan tubuh manusia.

Lalu kenapa harus takut?, jawabnya ada dua hal paling sederhana, sesungguhnya masyarakat tahu dan faham manfaat dari vaksin.

Ketakutan pertama bukan karena efek, tetapi; karena masyarakat takut dengan jarum suntik. Sebab yang dibayangkan adalah, sakitnya ketika disuntik.

Lalu yang kedua; trauma melihat efek dialami pasca vaksin. Padahal, itu kesalahan bagi mereka yang divaksin tidak mau jujur memberikan keterangan tentang penyakit bawaan.

Penyakit bawaan sangat berpengaruh bagi penerima (masyarakat) vaksin, karena penyakit bawaan atau penyerta bisa menimbulkan efek samping.

Seperti; darah tinggi, sesak nafas, asma, lambung dan lainnya yang mempengaruhi kondisi tubuh.

Untuk itu mari kita kenali lebih jauh apa itu Vaksin Covid-19.

Tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok pertama penerima vaksin tersebut. Sembari menunggu vaksin diterima masyarakat luas, Anda dapat mengetahui lebih dalam informasi seputar vaksin COVID-19 berikut ini agar lebih teredukasi dan siap menyukseskan vaksinasi untuk hidup lebih terlindungi.

1. Apa itu vaksin COVID-19?

Vaksin COVID-19 adalah jenis vaksin yang dikembangkan untuk meningkatkan imun tubuh terhadap virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19.

2. Apa tujuan & manfaat vaksinasi COVID-19?

Terdapat empat tujuan utama vaksinasi COVID-19, antara lain:
– Membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
– Menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19.
– Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, khususnya lembaga dan institusi kesehatan yang menjadi garda depan pelayanan masyarakat.
– Menjaga produktivitas serta meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Tujuan penting ini didasari dari tiga manfaat utama vaksin COVID-19 yang meliputi:

– Melindungi individu yang divaksinasi.
– Membentuk kekebalan kelompok (terutama jika jumlah orang yang divaksinasi dalam masyarakat berada dalam jumlah cukup 70%).
– Melindungi lintas kelompok dengan memberikan vaksin pada kelompok usia tertentu sebagai upaya membatasi penularan pada kelompok lainnya.

3. Siapa yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19?

Semua orang direkomendasikan untuk menerima vaksin COVID-19. Walau demikian, Kementerian Kesehatan menetapkan kriteria dan prioritas penerima vaksin berdasarkan Surat Edaran Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. SR.02.06/II/10950/2020.

Vaksin COVID-19 diprioritaskan untuk kelompok rentan usia 18-59 tahun yang terdiri atas :

– Tenaga kesehatan.
– Petugas pelayanan publik.
– Kelompok pekerja usia produktif dan berkontribusi pada sektor perekonomian dan pendidikan.
– Penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti kawasan padat penduduk, kontak erat COVID-19, serta administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik.

4. Bagaimana proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, terdapat tiga hal utama yang diperhatikan dalam proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19, antara lain:

– Dosis administrasi yang diberikan adalah dua dosis per orang dengan jarak minimal 14 hari sehingga dapat membentuk kekebalan (antibodi) terhadap COVID-19 secara optimal.
– Pemberi layanan vaksinasi adalah dokter, perawat, dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah, swasta, maupun akademi/institusi pendidikan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI, dan Polri dalam jejaring Public Private Mix (PPM).
– Teknis dan tempat pelaksanaan pemberian imunisasi disesuaikan berdasarkan kajian Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yakni kelompok usia 18-59 tahun, serta dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah puskesmas, RSUD/RSUP, klinik kantor/perusahaan, rumah sakit swasta, bidan praktik swasta, dan lainnya termasuk pos pelayanan imunisasi.

5. Apakah vaksin COVID-19 aman?

Semua vaksin COVID-19 telah melalui uji klinis yang melibatkan jutaan orang dari berbagai usia, ras, dan etnis untuk memastikan keamanan penggunaan dari vaksin COVID-19. Pemantauan ketat setelah vaksinasi masih terus dilakukan hingga saat ini. Di Indonesia, vaksin COVID-19 yang beredar telah mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

6. Apakah ada efek samping dari vaksinasi COVID-19?

Efek samping vaksin COVID-19 yang paling sering terjadi bersifat ringan seperti nyeri dan/atau kemerahan di area suntikan, lemah badan, nyeri kepala, nyeri otot, demam ringan. Dari hasil uji klinis, hampir tidak ada yang menunjukkan efek samping berat seperti reaksi alergi. Namun, penerima vaksin direkomendasikan untuk tetap berada di rumah sakit selama 30 menit setelah pemberian vaksin COVID-19 untuk memastikan tidak terjadi efek samping berat. [Syawaluddin].

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...