Di sisi lain, hal itu juga menuntut institusi pendidikan militer untuk menjaga kualitas rekrutmen.
Ali Imran juga menyoroti pentingnya kesiapan individu bagi calon prajurit.
Ia mengingatkan bahwa proses seleksi TNI bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga kesehatan dan kesiapan mental.
“Siapkan diri dengan baik. Jaga kesehatan, latih fisik, dan yang tidak kalah penting adalah mental,” katanya.
Di luar konteks internal TNI, Ali Imran turut menyinggung peran prajurit dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Ia menyebut bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama bagi keberhasilan pembangunan.
Dalam kerangka itu, TNI tidak berdiri sendiri. Dukungan masyarakat, kata dia, menjadi faktor penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengaitkan peran tersebut dengan visi besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat tercapai jika seluruh elemen bangsa bergerak secara sinergis.
“Bukan hanya TNI, tetapi seluruh rakyat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mendukung arah pembangunan bangsa,” ujarnya.
Sertijab Danrindam IM kali ini juga dirangkai dengan pergantian Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam PD Iskandar Muda, dari Ny. Lili Hasandi Lubis kepada Ny. Dini Ali Imran. Tradisi satuan turut melengkapi rangkaian acara tersebut.




