TUJUH LANGKAH DI ATAS AIR KERUH

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bersama warga pengungsi. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bersama warga pengungsi. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

“Jiwa dan raga, saya pertaruhkan untuk Aceh Tamiang yang kita cintai ini. Memang berat, tetapi dengan kebersamaan, saya yakin kita pasti bisa.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH., Bupati Aceh Tamiang].

  • Bupati Armia, Banjir Aceh Tamiang, dan Pertaruhan Kepemimpinan di Hulu hingga Hilir

TUJUH langkah di atas air keruh Banjir Aceh Tamiang bukan peristiwa tunggal. Ia berulang, berpola, dan meninggalkan jejak yang sama; rumah terendam, sawah rusak, usaha kecil lumpuh, dan warga kembali memulai dari nol.

BACA JUGA...  Rentan Kepentingan Tertentu, Aliansi Mahasiswa USK Desak Presiden Bentuk Tim Khusus Bencana Aceh

Ketika air perlahan surut, satu pertanyaan lama kembali mengapung ke permukaan; mengapa Aceh Tamiang terus kebanjiran, dan sejauh mana negara benar-benar hadir?

Di tengah tekanan itu, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH memaparkan tujuh langkah strategis penanganan banjir dalam keterangan resminya di Posko Terpadu Penanganan Bencana. Selasa, 16 Desember 2025.

BACA JUGA...  MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

Paparan tersebut menjadi semacam peta jalan pemerintah daerah [sekaligus cermin yang akan menguji konsistensi kebijakan di lapangan].

LOGISTIK AMAN, TAPI SAMPAI KAPAN?

LANGKAH PERTAMA yang dikemukakan Armia menyasar kebutuhan paling mendasar; pangan. Pemerintah Kabupaten memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak aman hingga lima bulan ke depan.

“Ketersediaan logistik pangan untuk masyarakat terdampak telah dipastikan aman hingga lima bulan ke depan,” kata Armia.

Pernyataan ini memberi napas lega sementara bagi ribuan warga di pengungsian. Namun, pengalaman banjir sebelumnya mengajarkan satu hal; persoalan tidak berhenti pada ketersediaan, melainkan pada distribusi dan keberlanjutan.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Utara Sambut Kunjungan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla di Muara Batu

Berita Terkait

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB