Aceh Tamiang Siaga Cuaca Ekstrem; Instruksi Tegas Bupati Armia Pahmi Menguatkan Barisan Penanggulangan Banjir

Bupati dalam instruksinya juga menekankan agar masyarakat tidak abai terhadap tanda-tanda alam; aliran sungai yang mulai berubah warna, hujan yang tidak kunjung reda, serta suara deras aliran air dari hulu [semuanya adalah indikator bahwa ancaman mulai mendekat].

Di desa-desa, beberapa kelompok pemuda mulai membentuk unit pemantau banjir untuk berjaga di malam hari. Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa instruksi Bupati direspon nyata oleh masyarakat akar rumput.

BACA JUGA...  Dedi Mulyadi Tinjau Dampak Bencana di Aceh Tengah

Kesiapsiagaan Adalah Benteng Terkuat.

DI tengah perubahan iklim yang kian ekstrem, banjir bukan lagi bencana siklus semata, tetapi ancaman yang bisa datang kapan saja. Instruksi Bupati Armia Pahmi hari ini menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh menunggu.

Aceh Tamiang memilih untuk bersiap [bukan pasrah]. Memperkuat barisan bukan menunggu bencana datang.

BACA JUGA...  ‘Investasi Bumi’ di Ujung Kuala Pusung Cium Tamiang

Dan pada akhirnya, kesiapsiagaan kolektif menjadi benteng paling kuat yang dimiliki kabupaten ini. [].