Aceh Tamiang Siaga Cuaca Ekstrem; Instruksi Tegas Bupati Armia Pahmi Menguatkan Barisan Penanggulangan Banjir

Ancaman Nyata yang Tak Boleh Dianggap Biasa.

BEBERAPA kecamatan seperti Bendahara, Banda Mulia, Karang Baru, dan Tenggulun telah masuk dalam peta potensi banjir dengan risiko tinggi. Pengalaman banjir besar tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa debit sungai dapat naik secara tiba-tiba, terutama setelah hujan deras di wilayah hulu.

Di sejumlah kampung, masyarakat masih menyimpan ingatan tentang malam-malam panjang ketika air perlahan masuk ke halaman rumah, lalu menelan ruang tamu dalam hitungan jam. Situasi ini membuat instruksi Bupati tahun ini terasa lebih urgen dan berorientasi pada keselamatan.

BACA JUGA...  Tersandung Kredit Ubi Kayu, LembAHtari Lapor ke Kejaksaan

Pemerintah daerah tidak ingin hanya bereaksi ketika banjir telah terjadi. Tahun ini, strategi berubah; antisipasi harus dilakukan sejak sebelum ancaman datang.

Empat Instruksi Kunci; Dari Evakuasi Hingga Logistik.

BUPATI Armia Pahmi merinci empat poin inti yang wajib segera dilaksanakan oleh perangkat pemerintah dan menjadi pedoman masyarakat. Empat poin ini bukan sekadar daftar kebijakan, tetapi cetak biru penanganan bencana yang terstruktur.

BACA JUGA...  Peringati Hari Juang TNI AD ke 77, Kodim 0117/Atam Gelar Donor Darah

1. Antisipasi dan Evakuasi Dini.

INSTRUKSI pertama menyasar masyarakat langsung. Bupati meminta agar warga aktif mengikuti sosialisasi kesiapsiagaan, sementara para Datok (kepala desa) diperintahkan menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan mudah dijangkau.