“Pernyataan itu sangat menyakitkan. Perdamaian Aceh ini tidak datang dengan mudah, tapi melalui perjuangan panjang yang penuh air mata. Tiyong, sebagai mantan Panglima Daerah I GAM wilayah Batee Iliek, harusnya menjadi penjaga perdamaian, bukan malah merusaknya dengan tudingan yang tidak berdasar,” tegas Abu Salam dalam keterangannya. Jumat, 22 November 2024.
BANDA ACEH| mediaaceh.co.id – Aceh kembali memanas setelah pernyataan kontroversial Samsul Bahri Tiyong, anggota DPR RI asal Aceh, yang menyetujui pemetaan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang menyebut Aceh sebagai wilayah rawan konflik dalam Pilkada 2024.
Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Teuku Emi Syamsumi, atau yang lebih dikenal dengan Abu Salam.
Abu Salam, yang juga merupakan tokoh sentral dalam menjaga perdamaian Aceh pasca MoU Helsinki, menilai bahwa komentar Tiyong mencederai nilai-nilai perdamaian yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan.
Ia menilai bahwa tudingan tersebut tak hanya berpotensi merusak citra para mantan kombatan, tetapi juga melecehkan kerja keras aparatur negara yang selama ini menjaga keamanan Aceh.
“Pernyataan itu sangat menyakitkan. Perdamaian Aceh ini tidak datang dengan mudah, tapi melalui perjuangan panjang yang penuh air mata. Tiyong, sebagai mantan Panglima Daerah I GAM wilayah Batee Iliek, harusnya menjadi penjaga perdamaian, bukan malah merusaknya dengan tudingan yang tidak berdasar,” tegas Abu Salam dalam keterangannya. Jumat, 22 November 2024.




