Abu Salam Minta Dinas ESDM Tinjau Kembali Status Operasi Perusahaan Tambang di Aceh

Abu Salam

“Ini artinya, dari total 64-67 IUP yang ada, hampir semuanya bermasalah. Ini lampu merah bagi tata kelola investasi kita,” kata Abu Salam.

BANDA ACEH | mediaaceh.co.id — Penasehat Gubernur Aceh bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, T. Emi Syamsyumi akrab dikenal Abu Salam, mendesak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengambil langkah tegas. Selasa, 28 Oktober 2025.

BACA JUGA...  Abu Salam Pastikan Investasi Bio Karbon di Sabang, KPA Luwa Nanggroe Buka Jalan Baru untuk Aceh

Menyusul temuan laporan investigasi mengenai tata kelola tambang, pria yang akrab disapa Abu Salam ini meminta evaluasi total dan pemanggilan seluruh perusahaan tambang yang teridentifikasi bermasalah di Aceh.

Langkah ini, menurut Abu Salam, krusial untuk memulihkan wibawa pemerintah dan menyelamatkan iklim investasi daerah yang kini carut-marut.

Permintaan ini didasarkan pada laporan investigasi terbaru (Oktober 2025) yang mengonsolidasikan temuan dari Pansus Minerba DPRA, Kementerian ESDM, dan WALHI.

BACA JUGA...  Dinas Sosial Ingatkan Penerima Manfaat Tidak Memperjualbelikan Bantuan Pemerintah

Laporan tersebut mengungkap krisis sistemik dalam tata kelola tambang di Aceh.

Data ini sangat mengkhawatirkan. ESDM harus segera memanggil mereka semua, satu per satu. Jangan ada yang ditutupi,” ujar Abu Salam di Banda Aceh, Selasa, 28 Oktober 2025.

Temuan investigasi tersebut membeberkan potensi kerugian negara yang fantastis. Dari satu perusahaan saja, PT Mifa Bersaudara, terdeteksi adanya dugaan pengemplangan pajak PBBKB (Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) yang mencapai Rp45,39 miliar dalam periode 2012-2024.

BACA JUGA...  Kementan Dukung Peningkatan Populasi Ternak Provinsi Babel

“Itu baru dari satu perusahaan. Laporan mengestimasi total kerugian negara dari puluhan perusahaan ini bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” tegas Abu Salam.

Laporan investigasi tersebut secara rinci 30 perusahaan yang teridentifikasi bermasalah.