Dari Api ke Krisis Air

“Damkar bukan hanya memadamkan api. Kami hadir untuk membantu masyarakat dalam setiap kondisi darurat, termasuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi pascabencana.”

[Doni Indrawan, ST. Plt. Kabid Damkar BPBD Aceh Tamiang].

  • Damkar–BPBD Aceh Tamiang di Garda Depan Penyelamatan Penyintas Bencana

Di tengah krisis ekologis dan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang, Damkar–BPBD tidak hanya berjibaku memadamkan api.

Mereka hadir mendistribusikan air bersih, mengevakuasi warga, hingga menjaga harapan masyarakat penyintas agar tetap bertahan hidup.

TRUK TANGKI berwarna merah itu kembali melaju perlahan melewati jalan berlumpur menuju salah satu kampung penyintas di Aceh Tamiang. Matahari belum tinggi, tetapi antrean jeriken dan ember warga sudah mengular di depan meunasah desa.

BACA JUGA...  Armia Pahmi Siagakan RSUD dan Dinas Kesehatan, Antisipasi Lonjakan Influenza A di Aceh Tamiang

Bagi sebagian masyarakat, suara sirene mobil pemadam kebakaran identik dengan kobaran api dan kepanikan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kendaraan milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang justru menjadi simbol harapan baru bagi ribuan warga yang mengalami krisis air bersih pascabencana ekologis dan hidrometeorologi.

BACA JUGA...  WiKA Perkuat Keselamatan dan Libatkan Warga dalam Pemulihan Aceh Tamiang

Di balik operasional itu, terdapat Plt Kepala dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten aceh tamiang M. Ilham Malik, S, STP, MM mendampingi sosok Doni Indrawan, ST., Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Damkar BPBD yang memimpin koordinasi lapangan dalam distribusi air bersih, penyelamatan warga, hingga penanganan kondisi darurat di berbagai wilayah terdampak.