Dari Api ke Krisis Air

SEIRING kondisi mulai terkendali, tantangan berikutnya muncul: krisis air bersih.

Sumur warga tercemar lumpur, instalasi air rusak, dan sebagian sumber air tidak lagi layak konsumsi. Dalam kondisi itu, Damkar–BPBD Aceh Tamiang menjalankan operasi distribusi air bersih secara masif.

Pendistribusian dilakukan untuk 12 kecamatan dan 216 kampung penyintas bencana di Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Terkait Peran Perempuan dalam Seni, Budaya dan Ekraf, ini kata Nyonya Lindawati

Setiap hari, armada tangki bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Personel harus memastikan pasokan air tersedia bagi masyarakat, terutama di daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Di lapangan, Doni Indrawan berperan sebagai koordinator operasional atau team leader work yang mengatur pola distribusi, jadwal armada, kebutuhan wilayah, hingga kesiapan personel.

BACA JUGA...  Prajurit Penyintas, Jiwa Pengabdi

Tidak jarang personel harus bekerja hingga larut malam demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan suplai air.

Warga di sejumlah kampung mengaku keberadaan Damkar–BPBD sangat membantu mereka bertahan di tengah situasi sulit.

“Kalau tidak ada mobil tangki dari Damkar, kami kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap seorang warga penyintas.

Damkar Bukan Sekadar Pemadam Api

BACA JUGA...  Ini kata Meurah Budiman Terkait Koperasi Kopri ASN Syariah yang tak Aktif

DI MATA sebagian masyarakat, tugas Damkar sering kali dipahami hanya sebatas memadamkan kebakaran. Padahal, tugas dan fungsi Damkar–BPBD jauh lebih luas.