Ketika bencana melanda Aceh Tamiang, intensitas tugas personel meningkat drastis.
Selain menjalankan operasi distribusi air bersih, mereka juga harus siaga menghadapi potensi kebakaran, cuaca ekstrem, dan kondisi darurat lainnya.
Meski bekerja dengan risiko tinggi, para personel tetap menjalankan tugas dengan keterbatasan yang ada.
“Kami hanya ingin memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu,” kata Doni.
Ketika Negara Hadir Melalui Pelayanan Kemanusiaan
BAGI masyarakat penyintas, bantuan air bersih bukan sekadar distribusi logistik. Air adalah kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan hidup.
Di sejumlah wilayah terdampak, kehadiran armada Damkar menjadi bentuk nyata pelayanan negara kepada masyarakat.
Anak-anak, lansia, hingga ibu rumah tangga menunggu kedatangan mobil tangki untuk mengisi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi pascabencana yang perlahan mulai kondusif, Damkar–BPBD Aceh Tamiang tetap aktif menjalankan pelayanan.
Tidak hanya bekerja saat situasi ramai disorot publik, tetapi juga hadir ketika masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan mereka secara perlahan.
Bencana mungkin perlahan berlalu, tetapi proses pemulihan membutuhkan waktu panjang.
Di Aceh Tamiang, kerja-kerja kemanusiaan itu masih terus berlangsung. Truk tangki masih bergerak. Selang air masih dibentangkan. Personel Damkar masih bersiaga.




