Pantai Batu Kapal Sabang: Surga Sunyi di Iboih dengan Senja dan Kunang-Kunang

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SABANG (MA) — Di balik gemerlap destinasi populer di Pulau Weh, Pantai Batu Kapal hadir sebagai alternatif yang lebih tenang dan alami. Tersembunyi di kawasan Gampong Iboih, pantai ini menawarkan pengalaman yang bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga kedekatan dengan alam.

Perjalanan menuju Pantai Batu Kapal memakan waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Sabang. Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhi panorama laut lepas yang berpadu dengan rimbunnya hutan lindung. Suasana damai sudah terasa bahkan sebelum kaki menjejak lokasi.

BACA JUGA...  Sabang Marine Festival Hadirkan Konsep Baru, yuk Ramaikan!

Sesampainya di area pantai, pengunjung harus menuruni anak tangga untuk mencapai bibir pantai. Di sanalah hamparan pasir putih bersih terbentang, berpadu dengan susunan batu karang yang membentuk lanskap khas dan berbeda dari pantai lainnya di Sabang.

Nama Batu Kapal berasal dari formasi batu karang unik yang menyerupai kapal. Bentuknya yang tegas dan berdiri di tepian laut menjadi ikon tersendiri, berpadu dengan air laut yang jernih serta ombak yang relatif tenang. Pemandangan ini menghadirkan suasana yang tidak hanya memikat, tetapi juga menenangkan.

BACA JUGA...  Mendikbud Ajak Masyarakat Aceh Lestarikan Adat Budaya

Waktu terbaik menikmati pantai ini adalah saat senja. Langit perlahan berubah warna menjadi gradasi oranye, menciptakan panorama dramatis yang kerap menjadi incaran wisatawan. Banyak yang memilih berlama-lama, sekadar duduk menikmati angin laut atau mengabadikan momen matahari terbenam.

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Okt 2026 - 23:10 WIB

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB