Laporan Khusus | mediaaceh.co.id
[Armia Pahmi] ;
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses jalan yang aman, nyaman, dan layak. Infrastruktur yang kuat bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi fondasi penting bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pascabanjir.”
[Riski Anugrah];
“Penanganan yang kami lakukan bukan hanya sebatas pengaspalan jalan. Kami juga membangun sistem drainase dan saluran air yang lebih baik agar persoalan banjir tidak terus berulang di masa mendatang. Infrastruktur ini harus memiliki daya tahan jangka panjang.”
- Deru alat berat memecah suasana pagi di sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
DI BAWAH terik matahari, truk pengangkut material datang silih berganti. Beberapa pekerja tampak meratakan aspal di badan jalan, sementara alat berat lain sibuk membersihkan saluran drainase yang sempat tertutup material lumpur sisa banjir bandang.
Pemandangan itu menjadi penanda bahwa Aceh Tamiang tengah berupaya bangkit setelah bencana banjir bandang yang merusak infrastruktur vital di wilayah perbatasan Aceh-Sumatera Utara tersebut.
Banjir yang melanda beberapa waktu lalu tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan jalur distribusi logistik, merusak jembatan penghubung antarwilayah, serta memperparah persoalan drainase di kawasan perkotaan.




