Menjahit Kembali Nadi Aceh Tamiang Pascabanjir

Kini, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi tersebut.

Targetnya tak kecil. Pemerintah menyiapkan rehabilitasi jalan nasional sepanjang 16 kilometer yang membentang dari perbatasan Kota Langsa hingga perbatasan Sumatera Utara.

Jalur ini bukan ruas biasa. Ia merupakan urat nadi transportasi darat yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara [lintasan utama kendaraan logistik, distribusi hasil pertanian, perdagangan antardaerah, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari].

BACA JUGA...  1,5 Bulan Pascabanjir Longsor, Warga Pante Bidari Terpaksa Bangun Gubuk Sendiri

Ketika ruas ini rusak akibat banjir, efek domino langsung terasa.

Harga distribusi barang meningkat. Waktu tempuh bertambah panjang. Aktivitas ekonomi warga pun ikut tersendat.

Kepala Satuan Kerja BPJN Aceh, Riski Anugrah, ST, MT, mengatakan pemerintah pusat bergerak cepat agar konektivitas wilayah tidak lumpuh terlalu lama.

Saat ini, kata dia, progres pekerjaan mulai menunjukkan hasil. Dari total target 16 kilometer, pengaspalan telah selesai dilakukan sepanjang tiga kilometer.

BACA JUGA...  Persoalan Air Belum Selesai

Namun proyek tersebut bukan hanya soal menutup lubang jalan atau mengganti lapisan aspal yang rusak.

Pemerintah juga berupaya menyelesaikan akar persoalan yang selama ini memperburuk dampak banjir.