Asa di Balik Tanda Tangan, Menembus Sunyi Lesten–Pulau Tiga

Rabu, 22 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Asa di Balik Tanda Tangan, Menembus Sunyi Lesten–Pulau Tiga. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Asa di Balik Tanda Tangan, Menembus Sunyi Lesten–Pulau Tiga. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

“Kami bertekad mempercepat pembangunan jalan lintas penghubung Aceh Tamiang–Gayo Lues. Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi ekonomi masyarakat.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH Bupati Aceh Tamiang].

DI BALIK KABUT pagi yang menggantung di perbukitan Lesten, gema sebuah harapan baru terdengar dari Aula Bappeda Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Iboy, Pemimpin yang Tumbuh dari Tanah Kuala Penaga

Di sana, dua kepala daerah [Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd, M.Si] berjabat tangan menandatangani selembar kertas yang bagi banyak warga di hulu, berarti lebih dari sekadar Memorandum of Understanding (MoU).

Itu adalah janji untuk membuka isolasi, menembus sunyi, dan menghubungkan dua kabupaten yang telah lama terpisah jarak dan topografi.

BACA JUGA...  Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah

Janji di Antara Dua Hulu

Di ruang yang sederhana tapi penuh makna itu, Armia Pahmi berbicara tenang. “Kami bertekad mempercepat pembangunan jalan lintas penghubung Aceh Tamiang–Gayo Lues. Ini bagian dari misi kami untuk mewujudkan infrastruktur yang terintegrasi,” ujarnya.

Kalimat itu disambut tepuk tangan kecil dari para hadirin, suara yang mungkin tak akan terdengar sejauh Lesten, tapi maknanya menembus bukit dan lembah.

BACA JUGA...  MENUNGGU RUMAH, MENJAGA MARTABAT

Jalan Lesten–Pulau Tiga bukan sekadar proyek 18 hingga 21 kilometer. Ia adalah urat nadi ekonomi yang terputus selama puluhan tahun.

Berita Terkait

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terbaru

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agu 2026 - 20:24 WIB