Asa di Balik Tanda Tangan, Menembus Sunyi Lesten–Pulau Tiga

Asa di Balik Tanda Tangan, Menembus Sunyi Lesten–Pulau Tiga. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Sebuah jalur yang bila rampung, akan memangkas waktu tempuh dari Gayo Lues ke Sumatera Utara, Kota Langsa, hingga Pelabuhan Kuala Langsa menjadi hanya tiga sampai empat jam.

Jalur yang selama ini tertutup lumpur, kini diimpikan sebagai jalur ekonomi, sosial, bahkan kultural.

Bagi masyarakat di hulu Aceh Tamiang, setiap musim hujan bukan hanya cerita genangan, tapi tentang putusnya hubungan dengan dunia luar.

BACA JUGA...  Keangkuhan Akademik Yang Berlutut Pada Laku Spiritual

Sementara di sisi lain, warga Gayo Lues menatap ke selatan, menunggu waktu di mana hasil tani mereka bisa meluncur cepat ke pasar tanpa harus melewati rute panjang dan berisiko.

Menyambung Nafas Ekonomi

Bupati Armia memahami betul arti sebuah jalan. Di tangannya, infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal, melainkan jembatan menuju pemerataan ekonomi.

BACA JUGA...  Ini kata Meurah Tentang Sedimentasi DAS Tamiang di Muara Kuala Penaga

Ia menyebut pembangunan itu bagian dari Misi ke-4 Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, meningkatkan infrastruktur strategis yang terintegrasi dengan pusat pertumbuhan ekonomi.

“Terbukanya akses ini akan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Mobilitas meningkat, harga bahan pokok menurun, dan ekonomi daerah tumbuh,” katanya optimistis.

Di sisi lain, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyambut penuh semangat. “Sejatinya kita adalah kabupaten tetangga yang hanya terhalang jarak. Untuk itu, mari kita kawal bersama agar jalan ini segera terealisasi,” ucapnya.