‘Langkah di Rimba Sunyi’, Ketika Prajurit Memanggul Sejarah dan Menghidupkan Jiwa Cut Nyak Meutia

Rabu, 8 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dok. Ilustrasi | mediaaceh.co.id | Ist].

Foto Dok. Ilustrasi | mediaaceh.co.id | Ist].

‘Langkah di Rimba Sunyi’, Ketika Prajurit Memanggul Sejarah dan Menghidupkan Jiwa Cut Nyak Meutia

“Kami datang ke hutan ini bukan sekadar membawa pasir dan batako, tapi membawa niat untuk memuliakan sejarah.

Memugar makam Cut Nyak Meutia bagi kami adalah ibadah, bukan sekadar tugas. Setiap langkah di jalur sungai ini adalah bentuk cinta dan hormat kepada leluhur bangsa.

Kini, tugas kita bukan lagi berperang melawan penjajah, tapi melawan kelupaan—agar semangat para pahlawan tetap hidup di dada generasi yang akan datang.”

Kolonel Inf. Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa

DI SEBUAH LEMBAH SUNYI di pedalaman Aceh Utara, kabut pagi turun perlahan menyelimuti pepohonan tropis yang menjulang. Suara burung bersahutan di antara desir angin lembab yang membawa aroma tanah basah.

BACA JUGA...  Wabup Aceh Selatan dan Dandim Tinjau Lokasi Jembatan Bailey Trumon-Bulohseuma

Di tengah hening itu, derap kaki terdengar pelan tapi mantap. Ratusan prajurit TNI berjalan menapak bebatuan sungai, tubuh mereka dibasuh peluh, di punggung mereka tergendong karung goni berisi pasir dan batako.

Mereka bukan sedang menyiapkan pertahanan, bukan pula hendak membangun barak. Mereka sedang memanggul sejarah.

Mereka menuju makam seorang perempuan yang pernah mengguncang dunia penjajahan dengan tekad yang lebih tajam dari senjata; Cut Nyak Meutia.

BACA JUGA...  Isu Putra Daerah dalam Konteks Pilkada Aceh Selatan: Merugikan Demokrasi  dan Kita

Berita Terkait

Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Spanduk Bernada Kritik terhadap FKM Pasee Muncul di Sejumlah Titik Kota Lhokseumawe
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB