Monumen Cinta Abadi Sultan Iskandar Muda untuk Putroe Phang

Sabtu, 4 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gunongan, Aceh/(instagram/@houseofpahang).

Gunongan, Aceh/(instagram/@houseofpahang).

BANDA ACEH (MA) — Aceh, tanah rencong yang kaya akan sejarah, menyimpan banyak peninggalan budaya yang penuh makna.

Salah satu yang paling menarik adalah Gunongan, sebuah monumen cinta yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya, Putroe Phang.

Bangunan ini menjadi simbol kasih sayang yang abadi dan juga merupakan bukti kejayaan masa lalu Kerajaan Aceh Darussalam.

BACA JUGA...  Pulang Dari Kegiatan Sail Sabang, Mobil TVRI Terjungkal ke Jurang

Kisah Cinta di Balik Gunongan

Putroe Phang, seorang putri dari Pahang, Malaysia, adalah permaisuri cantik Sultan Iskandar Muda.

Meskipun hidup di istana megah, Putroe Phang kerap merindukan kampung halamannya yang dipenuhi perbukitan indah.

Mengetahui hal itu, Sultan membangun Gunongan, sebuah gunung mini sebagai tiruan dari perbukitan di Pahang, demi mengobati kerinduan sang permaisuri.

BACA JUGA...  Hindari KKN, Walikota dan Wakil Walikota Wajib Pegang Teguh Fakta Integritas

Keindahan Arsitektur Gunongan

Gunongan terletak di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, berseberangan dengan Kerkoff Peutjoet, kompleks makam serdadu Belanda.

Bangunan ini memiliki bentuk unik berbentuk bunga dengan tiga tingkat. Pada tingkat tertinggi, terdapat mahkota tiang yang menjadi simbol keagungan.

Detail Arsitektur

– Bentuk Bangunan: Bersegi enam menyerupai bunga.

– Ukuran dan Tinggi: Meskipun kecil, bangunan ini mencerminkan estetika abad ke-17.

BACA JUGA...  Member FEVCI Kagumi Pesona Danau Luat Tawar, Almuniza: Ayo ke Aceh!

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Okt 2026 - 23:10 WIB

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB